Cheat Sheet Mikrotik: Kumpulan Perintah Dasar Wajib Network Engineer
Jika Anda seorang network engineer atau sedang mempelajari Mikrotik, waktu adalah aset berharga. Mencari perintah yang tepat di tengah konfigurasi mendesak seringkali membuang waktu. Di sinilah peran Cheat Sheet Mikrotik menjadi sangat vital. Dokumen ini bukan hanya daftar perintah; ini adalah peta jalan cepat Anda menuju efisiensi, memastikan Anda dapat menerapkan konfigurasi, mulai dari dasar hingga lanjutan, tanpa perlu membuka dokumentasi tebal. Kami akan memandu Anda melalui perintah-perintah esensial yang wajib dikuasai untuk setiap skenario jaringan.
![]() |
| Cheat Sheet Mikrotik: Kumpulan Perintah Dasar Wajib Network Engineer |
Mengapa Cheat Sheet Mikrotik Penting bagi Network Engineer?
Bagi para profesional IT, Mikrotik RouterOS menawarkan fleksibilitas luar biasa, namun kompleksitasnya juga tinggi. Perintah yang panjang dan struktur menu yang berlapis seringkali menjadi penghalang, terutama saat berhadapan dengan masalah jaringan yang harus diselesaikan segera. Memiliki Cheat Sheet Mikrotik yang terstruktur dan mudah diakses akan meningkatkan produktivitas secara drastis.
Manfaat utama menggunakan referensi cepat ini meliputi:
- Efisiensi Waktu: Mengurangi waktu pencarian perintah, memungkinkan fokus pada pemecahan masalah.
- Konsistensi Konfigurasi: Memastikan Anda menggunakan sintaks yang benar setiap saat, menghindari kesalahan sepele (typo).
- Akses Cepat: Referensi instan untuk tugas-tugas berulang, seperti pengaturan IP, NAT, atau queues.
- Alat Pembelajaran: Mempercepat proses adaptasi bagi mereka yang baru memulai tutorial mikrotik dan RouterOS.
Dasar-Dasar Konfigurasi Awal Mikrotik
Langkah pertama dalam setiap instalasi Mikrotik adalah pengaturan dasar. Berikut adalah perintah-perintah yang paling sering digunakan untuk inisialisasi dan identifikasi router.
Identifikasi dan Reset
- Mengganti Nama Router:
/system identity set name=NamaRouterAnda - Melihat Versi RouterOS:
/system resource print - Reset Konfigurasi (Penting!):
/system reset-configuration no-defaults=no
Pengaturan Interface dan IP Address
Konfigurasi IP adalah fondasi jaringan. Pastikan setiap interface memiliki alamat yang sesuai.
- Melihat Daftar Interface:
/interface print - Mengganti Nama Interface (Opsional):
/interface set ether1 name=WAN - Menambahkan IP Address ke Interface:
/ip address add address=192.168.1.1/24 interface=LAN - Menghapus IP Address:
/ip address remove [find address=192.168.1.1/24]
Manajemen Jaringan dan Routing Esensial
Setelah IP dasar terpasang, langkah selanjutnya adalah memastikan router dapat berfungsi sebagai gerbang (gateway) dan mendistribusikan koneksi.
Konfigurasi DHCP Server dan Client
DHCP mempermudah distribusi IP secara otomatis kepada perangkat klien.
- Mengaktifkan DHCP Client (untuk interface WAN):
/ip dhcp-client add interface=WAN disabled=no - Setup DHCP Server (Wizard Cepat):
/ip dhcp-server setup(Ikuti langkah-langkah wizard) - Menambahkan DNS Server Manual:
/ip dns set servers=8.8.8.8,8.8.4.4 allow-remote-requests=yes
Routing dan Koneksi Internet
Agar jaringan lokal dapat mengakses internet, diperlukan default gateway.
- Menambahkan Default Route (Static Routing):
/ip route add gateway=192.168.10.1 distance=1(Ganti dengan IP Gateway ISP Anda) - Melihat Tabel Routing:
/ip route print
Keamanan Jaringan: Perintah Firewall Dasar
Firewall adalah komponen krusial. Perintah NAT (Network Address Translation) dan Filter Rules wajib ada dalam setiap Cheat Sheet Mikrotik.
NAT (Masquerade)
Ini memungkinkan perangkat dalam jaringan lokal berbagi satu IP publik.
- Konfigurasi NAT Masquerade (Wajib untuk Akses Internet):
/ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=WAN
Filter Rules (Dasar Keamanan)
Filter rules digunakan untuk mengizinkan atau memblokir lalu lintas spesifik.
- Memblokir Ping ke Router (Keamanan Dasar):
/ip firewall filter add chain=input protocol=icmp action=drop in-interface=WAN comment="Blokir Ping dari Luar" - Mengizinkan Koneksi yang Sudah Terjalin:
/ip firewall filter add chain=input connection-state=established,related action=accept comment="Izinkan Koneksi Balik"
Tips Cepat Menggunakan Cheat Sheet Mikrotik
Bagi network engineer, kecepatan adalah kunci. Menggunakan tutorial mikrotik berbasis referensi cepat harus diintegrasikan ke dalam alur kerja harian Anda.
Berikut adalah tips untuk memaksimalkan penggunaan referensi perintah:
- Gunakan Fitur Ekspor/Impor: Untuk konfigurasi yang sangat kompleks dan berulang (misalnya, firewall rules), simpan perintah dalam format
.rsc. Anda cukup mengimpornya melalui WinBox atau Terminal:/import file-name=config_firewall.rsc. - Manfaatkan Auto-Complete (Tab): Di terminal Mikrotik, selalu gunakan tombol
Tab. Ini akan melengkapi perintah secara otomatis dan menunjukkan opsi yang tersedia, sangat membantu jika Anda lupa sintaks lengkap. - Fokus pada Struktur Menu: Ingat bahwa semua perintah Mikrotik disusun berdasarkan hierarki menu (misalnya,
/ip firewall filter). Jika Anda lupa, cukup ketik/iplalu tekanTabuntuk melihat sub-menu yang tersedia. - Cari Versi Digital Interaktif: Referensi cetak terbatas, namun Cheat Sheet Mikrotik berbasis web interaktif memungkinkan pencarian cepat dan penyalinan perintah langsung ke terminal, jauh lebih efisien daripada menyalin dari kertas.
Kesimpulan
Menguasai Mikrotik membutuhkan kombinasi pemahaman konsep dan kecepatan eksekusi. Cheat Sheet Mikrotik adalah alat yang menjembatani kedua hal ini, mengubah waktu pencarian menjadi waktu konfigurasi.
Kami telah membahas perintah-perintah inti untuk inisialisasi, routing, dan keamanan. Untuk memastikan Anda selalu memiliki referensi perintah terlengkap dan terbaru, kami menyarankan Anda memanfaatkan platform digital. Platform ini dirancang khusus untuk network engineer, menyajikan semua perintah di atas—dan ratusan perintah lanjutan lainnya—dalam format yang mudah dicari dan disalin. Jangan biarkan konfigurasi rumit memperlambat Anda. Ambil langkah selanjutnya dan tingkatkan efisiensi kerja Anda sekarang juga dengan alat referensi cepat Mikrotik yang komprehensif.

.png)